Minggu, 19 November 2017

Ternyata Banyak Makanan Indonesia yang 'Palsu'

Halo semuanya, saya harap kalian semua tidak kaget ketika membaca judul dari post kali ini. Maksud dari kata palsu itu adalah pembauran, karena banyak budaya makanan di Indonesia yang sebenarnya merupakan hasil dari pembauran loh! Lalu apa maksudnya? Ada dua pola pembauran yang terjadi pada budaya makanan Indonesia, yaitu akulturasi dan asimilasi. Apa sih maksudnya?

Akulturasi adalah pencampuran antara dua atau lebih budaya yang saling bertemu dan saling memengaruhi sehingga menjadi satu, lalu bertahan dalam waktu yang lama. Budaya di Indonesia mendapat pengaruh dari budaya asing, yang masih terjadi hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, budaya asing tersebut semakin membaur dengan budaya Indonesia. Hal ini menyebabkan terbentuknya budaya baru dengan tetap mengandung budaya asli Indonesia.



Lapis legit merupakan salah satu contohnya. Seperti yang sudah diceritakan pada beberapa post sebelumnya, lapis legit sebenarnya merupakan makanan yang berasal dari Belanda, yang bernama spekkoek (spekuk). Dengan menggunakan rempah-rempah yang hanya ada di Indonesia, yaitu kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan pekak, spekkoek dimodifikasi agar sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. Dengan kata lain, spekkoek telah mengalami akulturasi menjadi lapis legit.


Contoh lainnya adalah bakso. Siapa yang sangka bahwa kuliner populer ini sebenarnya bukan asli Indonesia? Iya, bakso sebenarnya berasal dari China. Bakso yang asli terbuat dari daging babi. Namun karena mayoritas masyarakat Indonesia merupakan penganut agama islam, maka daging babi diganti dengan daging sapi, ayam, ataupun ikan. 


Asimilasi serupa dengan akulturasi, namun salah satu budayanya lebih dominan. Jadi, asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan, namun ciri khas dari salah satu budaya tersebut hilang, sehingga membentuk budaya yang baru.


Salah satu fenomena asimilasi dapat dirasakan ketika musim lebaran. Bagi kalian yang merayakan lebaran, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya kue kering kan? Lidah Kucing, Nastar, Bola Cokelat, Semprit, Putri Salju, Sagu Keju, dan kue kering lainnya pasti bertebaran di meja rumah. Namun apakah kalian tahu bahwa kue kering sebenarnya merupakan tradisi umat Kristen pada saat merayakan hari natal? Akibat terjadinya asimilasi budaya, kue kering menjadi makanan wajib saat lebaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Mengintip Budaya Makanan di Romawi Zaman Kuno!

Halo semuanya, post kali ini akan membahas budaya makanan bangsa Romawi pada zaman dulu. Apakah kalian sering melihat adegan seseorang yang...