Di dalam dunia
industri, secara garis besar hanya terdapat dua kutub yang akan menjadi
pertimbangan, yaitu kutub resource (sumber
daya) dan kutub market (pasar). Pada
kutub resource, hal yang harus
ditekankan adalah tingkat ketersediaan sumber daya. Ketika suatu bahan tersedia
melimpah, maka proses produksi akan mudah dilakukan tanpa takut kehabisan
sumber daya. Sebagai contoh suatu industri yang didirikan di Indonesia memilih
produk laut sebagai bahan bakunya. Indonesia yang adalah negara kepulauan
dengan wilayah laut yang sangat luas merupakan pilihan yang tepat karena
menyediakan banyak sekali produk laut. Dengan kata lain industri tersebut tidak
perlu mengeluarkan biaya lebih untuk mengambil produk laut dari negara lain dan
juga tidak perlu mengkhawatirkan tentang keterbatasan bahan baku. Berbeda
halnya ketika industri ini berdiri di negara Singapura yang wilayah lautnya
sangat kecil. Industri tersebut harus mengambil bahan baku dari Indonesia, yang
akan berdampak pada peningkatan biaya produksi. Selain itu, ada kemungkinan
Indonesia tidak mau lagi mengirimkan produk lautnya ke Singapura sehingga
menyulitkan industri tersebut dalam mencari bahan baku. Kemungkinan yang lain
terdapat pada kutub market. Besar
sekali peluang sukses bagi industri yang menghasilkan produk yang banyak dicari
orang. Selama tingkat permintaan konsumen lebih tinggi dari penjualan produsen,
maka berapapun produk yang dijual pasti akan dibeli. Sebagai contoh Indonesia
yang sebagian besar masyarakatnya masih memanfaatkan beras sebagai kebutuhan
pokok. Berapapun beras yang dihasilkan oleh produsen, pasti beras tersebut akan
selalu habis dibeli oleh konsumen. Produsen tidak perlu takut merugi karena
hasil produksinya tidak laku dan menjadi busuk. Namun sebenarnya ada satu kutub
lagi yang tidak mudah untuk ditemukan, yaitu kombinasi dari kedua kutub tersebut.
Ketika sebuah industri mengkombinasikan resource
dengan market, maka keuntungan
awal yang didapat akan jauh lebih besar.
Dalam mengejar
kedua kutub tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Cara yang bisa
kita lakukan pada kutub resource adalah
technology push. Technology push adalah konsep menawarkan suatu produk yang baru
atau belum ada pasarnya, yang contoh nyatanya adalah industri handphone. Sebelum ada handphone, satu – satunya alat
komunikasi jarak jauh adalah telegram. Walaupun biayanya mahal dan membutuhkan
waktu pengiriman, semua orang tetap menggunakan telegram. Namun ketika handphone hadir, semua orang langsung
meninggalkan telegram karena handphone dapat
digunakan untuk berbicara dengan lawan bicara jarak jauh. Sebelum
diperkenalkan, tidak ada satu orang pun yang berpikir untuk mempunyai atau
membeli handphone karena tidak ada
yang terbayang apa itu handphone.
Tetapi perlu ditekankan bahwa untuk melakukan technology push tidaklah murah, karena dalam memperkenalkan produk
baru dibutuhkan biaya promosi yang sangat mahal. Teknik ini tidak cocok untuk
industri kecil yang masih memiliki keterbatasan sumber daya, khususnya uang.
Dengan kata lain, kutub alternatifnya adalah market. Cara yang bisa kita lakukan pada kutub ini adalah market pull. Sebagai contoh produk gula
memiliki pasar yang sangat luas, namun sebagian besar gula dihasilkan dari tebu
yang terbatas jumlahnya. Sebagai jalan keluarnya, industri dapat melakukan
subtitusi tebu dengan bahan lain untuk memproduksi gula. Satu hal yang perlu ditekankan adalah sebelum berkutat dengan kutub - kutub tersebut, sebuah industri wajib melakukan langkah krusial yang dijelaskan pada post Langkah Esensial Pembuatan Industri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar