Sebelum
berkutat dengan masalah finansial, sumber daya, manajemen, atau segala urusan
lainnya, langkah pertama yang wajib dilakukan oleh sebuah industri adalah
menentukan visi, misi, dan tujuannya. Visi merupakan unsur tertinggi dari
ketiga unsur tersebut, kemudian diikuti dengan misi dan tujuan. Sebagai
gambaran, berikut adalah contoh perbedaan ketiga unsur tersebut:
- Visi: Bisa berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Misi: Menjadi manusia yang berguna
- Tujuan: Menjadi sarjana
Sebuah industri juga perlu
menentukan sasaran dengan pengertian yang sedikit berbeda dengan tujuan.
Sasaran adalah tujuan dengan parameter yang jelas. Bayangkan dalam dunia
perkuliahan, tujuan seorang mahasiswa adalah untuk lulus kuliah, sedangkan
sasarannya adalah lulus dalam waktu 3.5 tahun dan IPK di atas 3.5. Dalam
perjalanannya, mungkin saja mahasiswa tersebut lulus kuliah, tetapi dalam 4
tahun dan dengan IPK sebesar 3. Hal ini
menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut telah mencapai tujuannya, namun tidak
mencapai sasarannya. Tujuan juga berbeda dengan maksud. Sebagai contoh
seseorang bertujuan ke kedai kopi untuk membeli caramel macchiato, namun ketika sampai di kedai kopi, produk tersebut
sudah habis. Artinya, tujuan orang tersebut tercapai, sedangkan maksudnya tidak
tercapai.
Setelah semuanya telah ditentukan, langkah berikutnya adalah mencari tahu apakah visi, misi, ataupun tujuan yang telah ditetapkan bertentangan dengan hukum yang ada. Jika terdapat benturan, maka harus dilakukan perubahan pada konsep tersebut. Kedua langkah tersebut merupakan langkah primer sebuah industri. Ketika langkah primer terpenuhi, maka hal selanjutnya adalah memenuhi langkah sekunder seperti penentuan jumlah modal, pasar yang dituju, SDM dan teknologi yang akan digunakan, dan seterusnya. Setiap langkah memiliki cara tersendiri untuk mencapainya, sebagai contoh sebuah industri dapat melakukan survey pasar untuk mengetahui situasi dan kondisi pasarnya. Dengan begitu, industri akan lebih mudah untuk menentukan siapa target pasarnya. Contoh lainnya adalah penjadwalan proyek dari sebuah industri dapat dilakukan dengan teknik GANTT Chart atau Critical Path Method (CPM), dimana penjelasan lebih lanjut untuk kedua teknik tersebut akan dibahas dalam post Manajemen Proyek.
Setelah semuanya telah ditentukan, langkah berikutnya adalah mencari tahu apakah visi, misi, ataupun tujuan yang telah ditetapkan bertentangan dengan hukum yang ada. Jika terdapat benturan, maka harus dilakukan perubahan pada konsep tersebut. Kedua langkah tersebut merupakan langkah primer sebuah industri. Ketika langkah primer terpenuhi, maka hal selanjutnya adalah memenuhi langkah sekunder seperti penentuan jumlah modal, pasar yang dituju, SDM dan teknologi yang akan digunakan, dan seterusnya. Setiap langkah memiliki cara tersendiri untuk mencapainya, sebagai contoh sebuah industri dapat melakukan survey pasar untuk mengetahui situasi dan kondisi pasarnya. Dengan begitu, industri akan lebih mudah untuk menentukan siapa target pasarnya. Contoh lainnya adalah penjadwalan proyek dari sebuah industri dapat dilakukan dengan teknik GANTT Chart atau Critical Path Method (CPM), dimana penjelasan lebih lanjut untuk kedua teknik tersebut akan dibahas dalam post Manajemen Proyek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar