Sabtu, 17 Juni 2017

Mari Mendalami Pembuatan Laporan Arus Kas/Cash Flow!

Cash flow adalah laporan yang menjelaskan tentang kemana uang kas perusahaan mengalir. Perlu diketahui sebelumnya, uang kas perusahaan bisa berasal dari pengumpulan modal dan bisa juga berasal dari laba ditahan. Keduanya akan menambah uang kas perusahaan. Perlu diketahui juga, jumlah uang kas di akhir tahun 2016 akan sama dengan jumlah uang kas di awal tahun 2017. Maksudnya adalah jumlah uang kas pada tanggal 31 Desember 2016 pukul 23.59 akan sama dengan jumlah uang kas pada tanggal 1 Januari 2017 pukul 00.01. Di bawah ini adalah contoh sebuah laporan cash flow dalam satu tahun.


  1. Uang Kas Awal didapatkan dari jumlah nilai uang kas pada awal tahun, misalnya pada tanggal 1 Januari 2016, yaitu Rp 100.000.000.
  2. Biaya Operasi dalam satu tahun dijumlahkan, yaitu menjadi Rp 300.000.000, yang nanti akan menjadi pengurang karena uang perusahaan digunakan untuk kegiatan produksi.
  3. Tagihan yang dimaksud adalah piutang, yaitu hak perusahaan yang masih belum terbayarkan oleh pihak konsumen atau pihak lainnya. Biaya tagihan ini akan menambahkan jumlah uang kas perusahaan.
  4. Biaya Lain & Hutang berisi biaya listrik, biaya iklan dan promosi, bunga dari peminjaman uang kepada bank, dan sejenisnya. Seluruh biaya tersebut harus dibayarkan oleh perusahaan sehingga mengurangi jumlah uang kas.
  5. Penyusutan menambahkan jumlah uang kas karena pada saat pembelian peralatan, perusahaan membayarnya di awal pembelian. Sebagai contoh perusahaan XYZ membeli mesin pengering seharga 300 juta rupiah. Dengan asumsi biaya penyusutan per tahunnya sebesar 50 juta rupiah, maka dapat diartikan juga dalam setahun perusahaan tersebut mendapat keuntungan dari mesin pengering sebesar 50 juta rupiah. Oleh karena itu, biaya depresiasi menambah jumlah uang kas perusahaan.
  6. Hasil Penjualan Tunai didapat dari seluruh penjualan yang dilakukan perusahaan, baik akibat dari kegiatan produksi, sewa, atau kegiatan lainnya. Hasil penjualan tersebut akan menambah uang kas perusahaan.
  7. Net Cash Flow akhir tahun 31 Desember 2016 didapatkan dari penjumlahan dan pengurangan keenam biaya di atas, yaitu Rp 250.000.000. Dengan demikian dapat dikatakan juga bahwa uang kas awal perusahaan pada tanggal 1 Januari 2017 adalah Rp 250.000.000.


Dalam membuat laporan cash flow, penting untuk mengetahui biaya apa saja yang ikut dalam perhitungan cash flow. Sebagai contoh perusahaan XYZ membeli tanah seluas 100 hektar dengan harga 1 miliar. Seiring berjalannya waktu, harga tanah tersebut meningkat menjadi 2 miliar. Artinya perusahaan XYZ telah memperolah keuntungan dari pembelian tanah sebesar 1 miliar, namun keuntungan tersebut tidak bisa dimasukan ke dalam laporan cash flow karena bukan dalam bentuk cash. Contoh lainnya adalah perusahaan tersebut menukarkan uangnya dalam bentuk dolar. Ternyata karena berbagai macam isu, nilai tukar dolar ke rupiah menjadi meningkat, sehingga perusahaan memperoleh keuntungan. Berbeda dari contoh sebelumnya, keuntungan dari penukaran dolar ini dapat dimasukan ke dalam laporan cash flow karena dalam bentuk cash.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Mengintip Budaya Makanan di Romawi Zaman Kuno!

Halo semuanya, post kali ini akan membahas budaya makanan bangsa Romawi pada zaman dulu. Apakah kalian sering melihat adegan seseorang yang...