Kamis, 01 Juni 2017

Mari Mendalami Pembuatan Laporan Keuangan/Income Statement!

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pengambilan keputusan hanya dilakukan ketika ada masalah. Dalam dunia industri, faktor yang paling mempengaruhi pengambilan keputusan adalah profit. Sebagai contoh sebuah industri makanan berencana untuk meningkatkan produksinya saat musim lebaran dengan cara meningkatkan seluruh aspek produksi seperti jam kerja, sumber daya, distribusi, dan sebagainya. Seluruh perencanaan tersebut akan dieksekusi ketika memberikan keuntungan yang signifikan, namun sudah pasti industri tidak akan mengeksekusinya ketika perencanaan tersebut tidak memberikan keuntungan atau bahkan merugikan. Pertanyaannya adalah bagaimana sebuah industri dapat mengetahui rencana tersebut akan menguntungkan atau malah sebaliknya? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dari laporan keuangan yang disebut Income StatementContoh soal di bawah ini menjelaskan secara umum bagaimana sebuah keuntungan industri dapat diketahui, namun penting untuk diketahui terlebih dahulu pengertian tentang aset, modal, piutang, dan hutang pada post Perbedaan Aset, Modal, Utang, dan Piutang.

  1. Omzet atau pendapatan kotor adalah seluruh uang yang didapatkan perusahaan yang belum dikurangi dengan biaya apapun. Perhitungan omzet dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu, seperti tiap hari, bulan, atau tahun.
  2. Pengeluaran total dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu biaya produksi dan biaya lain. Biaya produksi, Harga Pokok Produksi (HPP), atau Cost of Goods Solds (COGS), ketiganya memiliki arti yang sama, yaitu seluruh biaya yang berpengaruh langsung pada variabel produksi. Sebagai contoh dalam industri keripik kentang, biaya listrik yang digunakan untuk menggerakan mesin pengupas kentang termasuk dalam biaya produksi, sedangkan biaya listrik untuk mesin coffee maker setiap karyawannya termasuk dalam biaya lain. Namun untuk mempermudah perhitungan, kedua biaya listrik tersebut dapat disatukan dalam kategori biaya lain. Contoh lain dalam biaya produksi adalah upah buruh yang perhitungannya cukup membingungkan karena ada yang lembur. Perhitungan buruh ataupun pekerja yang lembur dapat dilihat pada post Perhitungan Upah LemburUntuk biaya lain, contohnya adalah biaya depresiasi/penyusutan, biaya marketing, R&D, dan masih banyak lagi.
  3. Laba sebelum pajak didapat dari pengurangan omzet dengan pengeluaran total. Laba sebelum pajak juga sering disebut sebagai laba kotor.
  4. Pajak didapatkan berdasarkan hukum yang berlaku, dimana setiap kondisi memiliki nilai pajaknya tersendiri yang dapat dilihat pada post PPh 21.
  5. Laba setelah pajak didapat dari pengurangan laba sebelum pajak dengan pajak. Istilah lain dari laba setelah pajak adalah laba bersih, yang berarti nilai laba tersebut sudah sepenuhnya final dan tidak ada biaya pengurang lainnya lagi. Laba ini dapat disalurkan ke dalam dua arah, yaitu arah dividen dan laba ditahan. Dividen adalah laba bersih yang dibagikan kepada setiap pemegang saham sesuai dengan persentase sahamnya, sedangkan laba ditahan adalah laba bersih yang ditanamkan kembali ke dalam modal dengan tujuan memperbesar perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari Mengintip Budaya Makanan di Romawi Zaman Kuno!

Halo semuanya, post kali ini akan membahas budaya makanan bangsa Romawi pada zaman dulu. Apakah kalian sering melihat adegan seseorang yang...