Seperti yang
sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pengambilan keputusan hanya dilakukan ketika ada
masalah. Dalam dunia industri, faktor yang paling mempengaruhi pengambilan
keputusan adalah profit. Sebagai contoh sebuah industri makanan berencana untuk
meningkatkan produksinya saat musim lebaran dengan cara meningkatkan seluruh
aspek produksi seperti jam kerja, sumber daya, distribusi, dan sebagainya.
Seluruh perencanaan tersebut akan dieksekusi ketika memberikan keuntungan yang
signifikan, namun sudah pasti industri tidak akan mengeksekusinya ketika perencanaan
tersebut tidak memberikan keuntungan atau bahkan merugikan. Pertanyaannya
adalah bagaimana sebuah industri dapat mengetahui rencana tersebut akan
menguntungkan atau malah sebaliknya? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dari laporan keuangan yang disebut Income Statement. Contoh soal di bawah ini menjelaskan
secara umum bagaimana sebuah keuntungan industri dapat diketahui, namun penting
untuk diketahui terlebih dahulu pengertian tentang aset, modal, piutang, dan
hutang pada post Perbedaan Aset, Modal, Utang, dan Piutang.
- Omzet atau pendapatan kotor adalah seluruh uang yang didapatkan perusahaan yang belum dikurangi dengan biaya apapun. Perhitungan omzet dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu, seperti tiap hari, bulan, atau tahun.
- Pengeluaran total
dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu biaya produksi dan biaya lain. Biaya
produksi, Harga Pokok Produksi (HPP), atau Cost
of Goods Solds (COGS), ketiganya memiliki arti yang sama, yaitu seluruh
biaya yang berpengaruh langsung pada variabel produksi. Sebagai contoh dalam industri
keripik kentang, biaya listrik yang digunakan untuk menggerakan mesin pengupas
kentang termasuk dalam biaya produksi, sedangkan biaya listrik untuk mesin coffee maker setiap karyawannya termasuk
dalam biaya lain. Namun untuk mempermudah perhitungan, kedua biaya listrik
tersebut dapat disatukan dalam kategori biaya lain. Contoh lain dalam biaya produksi adalah upah buruh yang perhitungannya cukup membingungkan karena ada yang lembur. Perhitungan buruh ataupun pekerja yang lembur dapat dilihat pada post Perhitungan Upah Lembur. Untuk biaya lain, contohnya adalah biaya depresiasi/penyusutan, biaya marketing, R&D, dan masih banyak lagi.
- Laba sebelum
pajak didapat dari pengurangan omzet dengan pengeluaran total. Laba sebelum
pajak juga sering disebut sebagai laba kotor.
- Pajak didapatkan berdasarkan hukum yang berlaku, dimana setiap kondisi memiliki nilai pajaknya tersendiri yang dapat dilihat pada post PPh 21.
- Laba setelah pajak didapat dari pengurangan laba sebelum pajak dengan pajak. Istilah lain dari laba setelah pajak adalah laba bersih, yang berarti nilai laba tersebut sudah sepenuhnya final dan tidak ada biaya pengurang lainnya lagi. Laba ini dapat disalurkan ke dalam dua arah, yaitu arah dividen dan laba ditahan. Dividen adalah laba bersih yang dibagikan kepada setiap pemegang saham sesuai dengan persentase sahamnya, sedangkan laba ditahan adalah laba bersih yang ditanamkan kembali ke dalam modal dengan tujuan memperbesar perusahaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar